Tampilkan postingan dengan label Episode nGawur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Episode nGawur. Tampilkan semua postingan
salty_fish
Delay..!! ah.. itu perkara biasa dalam dunia penerbangan di Indonesia.. tapi konsekuensinya lumayan.. berhubung penerbangan kali ini transit, untuk penerbangan berikutnya saya kebagian kursi paling belakang pesawat. Ok.. No Problem..  

On the Plane.. semua kursi sudah tersisi penuh, kecuali sebuah kursi dua baris didepan saya. Seorang bapak paruh baya terlihat berdiri tak jauh dibelakang saya. Pramugari pun sibuk menghitung jumlah penumpang pesawat.. setengah bingung pramugari berhenti di sheet kosong itu karena sepertinya jumlah penumpang yang dihitung kurang satu. Dia bertanya kepada penumpang disebelah sheet kosong itu, tetapi hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh penumpang disebelah sheet kosong itu. Pramugari itu kemudian menyapa ramah seorang bapak yang sedari tadi berdiri dibelakang. “Bapak.. silahkan duduk.. pesawat sebentar lagi akan Take Off..”. Dengan suara yang jelas laki-laki itu menjawab “itu bukan kursi saya.. berdasarkan tiket saya duduk disitu..” (sembari menunjuk kursi tepat didepan saya). “silahkan duduk disini saja bapak.. sama saja..” bujuk pramugari itu agar laki-laki itu duduk di kursi yang kosong. “ga mau.. saya bayar untuk duduk dikursi itu” Jawab laki-laki itu berkeras. “maaf pak.. bisa saya lihat tiketnya..” tanya pramugari tak kurang akal. Laki-laki itu kemudian menyodorkan tiketnya. Berdasarkan tiket, sheet tepat didepan saya memang sesuai dengan yang tertera di tiket laki-laki itu. Pramugari itu kemudian beralih menanyakan ticket ke orang yang duduk tepat didepan saya, laki-laki tinggi besar yang tampaknya seorang bule dari luar negri. Suasana yang complicated muncul, ketika diketahui bahwa Bule itu ternyata seharusnya duduk di sheet yang berbeda, dan sheet milik bule itu ternyata telah didudki oleh orang lain. Setengah cemas Pramugari kemudian menyerah dan merayu Bule itu untuk pindah ke kursi yang berbeda, dan untungnya si-Bule mau.. Bapak yang sedari tadi berdiri kemudian duduk di ‘kursi’ yang jadi milik-nya.
Setengah berbisik dua orang disebelah saya bercanda.. “nih orang keras kepala baget yak..?!”. saya hanya tersenyum kecil menjawab komentar mereka. Beberapa penumpang lain tampak mengeleng-gelengkan kepala melihat tingkah-polah laki-laki ini. Keributan kecil yang membuat beberapa kabin crew turun tangan untuk membujuk penumpang untuk tenang.

Cerita diatas secara tidak sengaja mengingatkan saya pada sebuah peribahasa yang berbunyi “The Difference between persistence and annoyance is paper Thin”. Pada suatu saat adakalanya ketekunan dan kegigihan kita dalam melakukan atau mepertahankan pendapat menunjukkan betapa kuat prinsip yang kita pegang, betapa idealis pola pemikiran kita. Memang terkadang dengan kegigihan tersebut beberapa masalah dapat diuraikan, beberapa masalah dapat dipecahkan. Tetapi pada suatu titik terkadang orang akan merasa jengah dengan apa yang kita lakukan. Orang lain mungkin akan bosan bahkan benci dengan apa yang kita lakukan.
Pada kegiatan sehari-hari, mungkin ceritanya tidak akan se-ekstim kejadian diatas. Mungkin hanya seseorang yang mempertanyakan suatu permasalahan secara secara terus menerus. Atau mengajak untuk melakukan suatu pekerjaan secara konsisten. And at some point you will think.. c’mon guys.. ur persistence has became annoyance..!!.Hey.. tunggu dulu..  Tanpa sadar mungkin saja, kita adalah orang yang menjengkelkan itu..!!. Untuk masalah ini, ketika tersadar saya merasa harus berhenti sejenak.. just for some deep breath.. bukan menyerah, tapi sekadar mengatur langkah.

Btw, am I annoying u??

.............................
End Note: 
Pesawat Penerbangan Jakarta-Bali Oktober 2010

Judul tulisan ini di kutip dari salah satu Episode dari Anime "Gintama", Anime Gokil dengan cerita-cerita yang lucu ga jelas.. beberapa 'title' episode-nya menarik, salah satunya adalah Judul ini.. Mau tau tentang apa ceritanya?? Tonton sendiri Yak... wkwkwkwk... Masalah hubungan tulisan ini dengan cerita anime tersebut.. eeennggg... i'm not sure.. pikir aja ndiri.. hehehehe...
salty_fish
Jangan ditanya dari mana judul kenGawur-an kali ini berasal.. Hanya saja, judul ini sengaja saya pilih untuk lucu-lucuan saja. Awalnya, judul yang saya pilih adalah empati. Ah.. tapi rasanya terlalu bombastis untuk sebuah tulisan ngawur.. Sempat juga terpikir memberi judul: Lihat, Dengar, Rasakan.. tapi rasanya terlalu ‘lebay’ untuk kengawuran.. Jadi.. mumpung lagi ngawur saya katakan... Tenang Bae...!!!! Just enjoy it..

.....

Experience is the best teacher..
Begitulah bunyi sebuah peribahasa yang mengatakan bahwa belajarlah dari pengalaman anda, karena pengalaman biasanya memberikan pelajaran yang tak dapat dilupakan. Peribahasa ini menyatakan sesekali gagal tak mengapa, karena hal itu dapat memperkaya pengalaman anda.
Tapi ada peribahasa lain yang berbunyi..
Only fools learn from his own..!!
Dengan kalimat lain peribahasa ini menyatakan bahwa jika anda bisa belajar dari pengalaman orang lain, kenapa harus belajar dari pengalaman anda sendiri. Intinya adalah jangan sampai gagal.!! Cukuplah orang lain yang menderita karena kegagalan. Jadi Belajarlah dari pengalaman (kegagalan) orang lain. Atau dengan kalimat lain ada yang mengatakan.. Pengalaman mu adalah guru ku..

Saya tidak bermaksud membahas kedua peribahasa ini. Bukan pula bermaksud mempertentangkan kedua buah pemikiran ahli filsafat yang menggagasnya. Toh kalau berpikir dengan pola pikir filsuf-pun kedua peribahasa ini masih bisa dikait-kaikan. Cerita ini bukan pula membahas tentang prinsip san gen suge –nya orang jepang yang (kalau tidak salah) berarti 3 fakta aktual. Mungkin bisa disebut dengan sedang belajar ber-empati. Ikut merasakan dan mencoba memahami apa yang orang lain rasakan.
Tapi ini adalah empati versi saya sendiri. Tak cukup rasanya jika anda melihat dan mendengar kemudian berusaha membayangkan untuk ikut merasakan apa yang orang lain alami. Cobalah untuk melihat, mendengar, dan rasakan sendiri apa yang orang lain alami, barulah anda bisa mengerti. (cie.. bahasanya cing...!!)

Kadang.. kita sering mengangap remeh suatu pekerjaan.. Ah.. hanya segitu aja.. gampaaaang... tapi begitu dikerjakan sendiri.. suliiiiiiitt..  Saya termasuk orang yang suka iseng (kalau tidak mau dibilang usil lebih tepatnya) mecoba banyak hal walau hasilnya jadi ga jelas.. (huehehehe..jujur..).


Suatu siang, pada jam istirahat.. kebetulan hari itu kami dapat makan siang gratis.. Nasi Bungkus, yang dengan segera di’selesaikan’.. (hag..hag..hag.. mental gratisan..). Saya melihat beberapa rekan ‘cleaning service’ masih asyik dengan mesin pemotong rumput yang bersuara berisik, membersihkan rumput yang mulai meninggi di halaman depan kantor.. Tiba-tiba pikiran iseng saya muncul.. ketika ‘Cleaning Service’ istirahat, saya kemudian gantian memotong rumput dengan mesin itu. Kebetulan saya masih mengenakan warepack plus sepatu safety, dengan enteng saya katakan, “sini gantian.. coba saya yang potong rumput..”. Awal-nya semua tanpak mudah, namun setelah beberapa lama saya berpikir.. Owh.. Ternyata ini Rasa-nya menjadi tukang potong rumput.. Dan setelah selesai memotong rumput saya putuskan bahwa.. Saya Tidak Berbakat jadi Tukang Potong Rumput..!! (wkwkwk.. ya eeyaaalaaahh... hasilnya juga aneh ga jelas tuh...).
Sebuah pelajaran sederhana membuat saya berpikir, bagaimana susahnya kerja menjadi ‘cleaning service’ dan kita harus belajar untuk memberikan penghargaan lebih bagi mereka. Saya juga sering mencoba-coba hal-hal ‘aneh’ lainnya sekadar untuk mengetahui bagaimana sih rasanya?, atau bagaimana sih cara kerjanya..??

Dilain sisi saya terkadang berpikir.. apa iya dengan cara seperti itu baru timbul rasa empati? Apa iya harus susah dulu, baru kita dapat menghargai rasa senang??


Learning by doing.. merupakan salah satu metode pembelajaran yang dinilai paling sederhana. Seseorang akan lebih paham atau lebih banyak belajar dengan melakukan sebuah pekerjaan. Benarkah??

Terkadang saya kurang setuju dengan pemikiran.. “saya dulu merasakan susahnya begini.. susahnya begitu.. jadi kamu juga harus mulai belajar dengan mengerjakan suatu hal yang dulu saya kerjakan.. agar kamu merasakan bagaimana susahnya saya dulu..”.
Saya katakan.. Acting as you want to be done.. maskudnya (klo ga salah) berbuatlah sebagaimana kamu ingin diperlakukan.. Sederhananya adalah.. jika saya pernah merasakan susah atau sakitnya suatu kejadian/keadaan, saya tentu tidak ingin mengalaminya untuk kedua kalinya, begitupun dengan orang lain. Jadi mengapa harus memperlakukan orang lain dengan cara yang sama?!. Idealnya adalah bantulah.. permudahlah orang lain.. dan kita akan mendapatkan kemudahan.




Side Story..
Beberapa hari setelah adegan potong rumput itu saya dipanggil oleh Manager, klo saya ga salah inget begini kalimatnya..
“Den.. Bagus kamu mau membantu dan bia berbaur dengan rekan-rekan disini, mulai dari yang atas.. sampai yang paling bawah..”
“Tapi.. rasa-nya koq ga enak dilihat klo kamu ikut-ikutan potong rumput.. nanti dikira saya yang menyuruh kamu..”.

Saya jadi speachless.. kemudian tertawa tebahak-bahak.. (bhwahaha.. asli kocak liat ekspresinya..).
salty_fish
Tau Konsep Pengendalian Resiko dalam K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) ga? Konsep ini menjabarkan bagaimana menghindari atau paling tidak meminimalisir tingkat kecelakaan kerja. Pengendalian Resiko dilakukan dengan 5 cara, yaitu: Eliminasi, substitusi, modifikasi (rekayasa teknis), Administratif, dan Alat Pelindung Diri (APD). 

Lalu apa hubungannya dengan Pengendalian Diri??
Hehehe.. seperti biasa..Saya Jawab: ini Episde nGawur Bung..!!. 

Sebenarnya konsep pemikiran nGawur ini sudah lamaaaa saya gunakan, seingat saya.. sedari kuliah saya sudah mengaplikasikannya (dengan kata lain.. sudah dari dulu ngawurnya.. wkwkwkwk.. #banggagajelas), hanya saja.. baru kali ini saya dokumentasikan.. (haaalaaahh.. *Gubraxxx..). Pemikiran iseng saya mengatakan.. mungkin justru pengendalian resiko ini tercipta dari konsep pengendalian diri.. (#makinngawurrr..). Mungkin secara tidak sadar anda juga menggunakan salah satu metode ini lhoo..
Bagaimana menghindarkan diri kita dari sesuatu (bisa apa aja..) yang tidak kita inginkan.. Nyok.. kita bahas satu-satu.. (Kita??  Jangan sampe ikut2an nGawur yak.. hehehehe..)

Eliminasi
Dalam Pengendalian Resiko, untuk mengindari kecelakaan kerja hal pertama yang harus dilakukan adalah sedapat mungkin meng-eliminasi benda atau kegiatan yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Teori yang sama bisa diterapkan dalam konsep pengendalian diri.. contoh (yang guwweee banget..) misalnya tidak menginstall Game di PC Kantor. Atau bisa juga menghilangkan segala sesuatu yang menganggu.. (pikir sendiri yak.. lagi males ngarang neeh.. hehehe..)

Substitusi
Jika Eliminasi tidak bisa dilakukan karena satu dan lain hal (appaaaa coba..) cara selanjutnya dalah dengan mengganti sesuatu atau kegiatan dengan hal lain yang bisa dijadikan pengganti. Misalnya pacar baru mungkin (hag..hag..hag..ntah krasukan ide dari mana ini). Misal lagi.. Olahraga biasanya dipilih sebagai kegiatan yang positif untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak diinginkan.. Don’t ask me please... Hmm klo kcanduan Games.. biasanya diganti sama nonto anime ato Film, klo ga browsing.. ngeBlog.. wkwkwk sama ajah..

Modifikasi (Rekayasa Teknis)
Facebook di Block di Kantor..!! itu salah satu contoh-nya (bagoess.. Good Boy.. wkwkwkwk..). memasang filter atau appear offline (eengggg.. sapa yah?? hihihi..) merupakan beberapa cara yang mungkin bisa dipilih.

Administratif
Pengaturan Jadwal Kerja Shift dalam 8 Jam, atau pola kerja tertentu; misal beberapa hari kerja kemudian libur (contoh 1 bulan kerja, 1 hari libur.. dst, sperti ... hihihi.. adalah..) merupakan metode administratif yang biasa digunakan untuk menghindarkan seseorang dari kemungkinan kecelakaan kerja.
Jadi inget jaman kuliahan dulu..  pernah setting auto shutdown jam 1 malem biar ga ngeGame sampe Pagi, celakanya pas ngeGame inget buat nge-save sebelum shutdown.. tapi pas ngerjain tugas lupa buat nge-save.. (wkwkwkwk.. Dodol..) akhirnya diputuskan metode itu Gagal..
Pada konsep pengendalian Diri.. kita bisa mengatur pola kegiatan atau aturan main tersendiri.. Pola makan misalnya.. (xixixi.. jd inget ada yang gagal diet neehh.. hwehehehe..)

Alat Pelindung Diri (APD)
Cara ini merupakan pilihan terakhir jika ke-4 metode diatas gagal. Earplug, safety shoes, helm, dlsb.. merupakan alat yang sebenarnya tidak terlalu nyaman dan mengganggu jika digunakan. Tapi, untuk meminimalisir kecelakaan kerja APD menjadi suatu hal yang wajib digunakan..
Klo konsep pengendalian diri... No Comment Ah... Pikirin ndiri lah... wkwkwkwk.. #makin ga jelas..

Klo ada yang bingung.. artinya Anda Normal..!!!
Saya Putuskan.. Episode kali ini bener-bener nGawur..!!! (ato ancur yak..??wkwkwkwk...)
salty_fish
Mumpung otak-nya masih Ngawur..
Sebenarnya cerita ini untuk ‘ngeTest’ dan ‘refresh’ my mind.. rada bingung juga.. beberapa tahun belakangan ini (tepatnya mungkin 2 tahun belakangan ini..) serasa banyak hal yang telah berubah.. (mungkin) Bagi teman-teman lama.. banyak yang bilang saya tergolong ‘Explosive’ walau jarang terlalu ekspresif.. (weh…apppaaa coba..) Terkadang bingung, koq.. sekarang tidak se’Garang’ dulu lagi.. (halah.. lebih ngawur lagi nih istilahnya…), Apa karena ketularan mental TNI-AD (maksudnya: Terima Nasib Ini – Apa aDanya..). Hal yang paling di takutkan, Tentu saja.. perubahan kearah yang buruk… Duh.. jangan sampe’ terjadi nih… (hiks..)

Sedang Belajar Ber-Empati (Jelasnya… baca next chapter yah…hehehe). Aneh ya.. ngawur koq terncana, dan karena itulah saya ucapkan mohon maaf dimuka.. Jikalau ada salah-salah kata atau (mungkin) tersinggung karena tulisan ini..

Mumpung masih anget.. cerita di Bandara Sekarno-Hatta beberapa waktu yang lalu.. Beberapa penerbangan di tunda 1 Jam!, termasuk jadwal keberangkatan saya juga.. Seperti biasa.. penumpang yang laen pada ‘nyolot’ dan sibuk bertanya-tanya ke petugas.. dan walaupun sudah diberi jatah kopi dan teh gratis, tetep aja ‘nyoooloooot..’.. saya sih dalam hati cengar-cengir aja.. cuma 1 jam ini.. wong saya dah dari tadi pagi nunggu biasa-biasa aja tuh.. Karena tidak ada penerbangan langsung.. saya harus transit dulu.. bayangkan saja.. Jam 7 pagi saya sudah berangkat dari rumah! (flight jam 8), tiba di Bandara Soekarno-Hatta jam 9 pagi, dan penerbangan selanjutnya baru ada jam 1 Siang. Jadi total sudah 4 jam saya menunggu.. di tambah 1 Jam ga terlalu bermasalah koq.. Lagian saya pernah punya pengalaman lebih parah dari ini.. Penerbangan ‘delay’ hingga besok harinya.. tapi “untung-nya” diberi kompensasi menginap semalam di Hotel dekat Bandara..!! (Dasar mental Gratisan.. udah ‘ngenes’ tetep aja dibilang untung.. wkwkwkwk..)

Ngomong-ngomong soal semen.. (Gyaa.. garing mode ON). Jujur.. (ga Pake’ kacang ijo.. eh itu Bubur dink..) Sebenarnya saya skadar ingin sharing tentang dua buah pilihan yang rumit, bagaikan makan buah simalakama.. (hallaaaaahhh.. lebay-nya kumaaatt). Eh.. btw, buah simalakama itu kaya’ apa sih..?? (Dodol-nya ikut-ikutan keluar..hihihi). [ups.. fokus.. Den.. fokus..]. Kali ini pemikiran yang coba saya ketengahkan adalah tentang.. ‘waiting or tobe waited’ (bener ga siihh grammar-nya??). Sesuai intro yang ga jelas diatas.. masalahnya adalah soal menunggu dan ditunggu..
Klo ditanya apa sih yang saya pikirkan.. ‘menunggu apa?’ Atau ‘ditunggu soal apa??’ Saya sengaja membebaskan pikiran anda untuk berimajinasi sesukanya.. seandainya ada yang bilang.. “owh.. lagi menuggu toh..!”, atau.. “lagi ditunggu tuh...” (hihihi).. Ya.. terserah.. you could use your wildest imagination..!! (Hwahaha.. lagi-lagi Ga Jelasss..)

Sekadar contoh.. saya terkadang tidak suka ketika ada yang membuat janji pertemuan lebih awal. Misal.. acara sebenarnya dimulai jam 08.00, tapi karena memperkirakan kemungkinan peserta datang terlambat, akhirnya jadwal acara sengaja dibuat jam 07.30..! dan dengan entengnya perencana jadwal berkata..”Ntar juga yang laen pada telat klo dibuat jam segitu.. jadi pura-puranya dimajuin ajalah.. biar pas susunan acaranya..”. implikasi panjang yang terjadi adalah.. ketika si-perencana suatu kegiatan dikemudian hari hanya jadi peserta, dengan enteng dia juga akan berkata “Ahh.. nyantai ajalah.. paling juga di undur jadwalnya..!”. See... bagaimana efeknya..!! (Haaayyoooo.. pada ngerasa ‘ga..??).
Pun sebaliknya.. Kadang saya merasa ‘tidak enakan’ ketika ditunggu-tunggu.. serasa ‘orang terpenting didunia’ ketika orang menunggu kehadiran saya (hhaaaayyyyaaahhhh... Ge eR-nnyyyaaaaaa....). atau.. Jadwal kegiatan menjadi tertunda bahkan malah jadi kacau.. (wkwkwk.. kaya’ pejabat-pejabat ajjaaahh... ups..keceplosan).

Atau bisa juga.. sebenarnya saya sedang menunggu ‘eeennggg anu..’ tapi, berhubung.. ‘emmm itu tuh..’ (ga jadi..), akhirnya malah menungunggu.. Padahal nih ya... sebenarnya saya ditungu-tungu.. sama ehem-ehem... (wkwkwkwk... contoh yang aannneeeeehh..)

I told ya.. just use ur wildest imagination...!! it’s just for example.. hihihi...

Intinya adalah.. saya sampai pada kesimpulan... waiting or tobe waited (eh bener ga sihh..gramarnya.. *gyaa.. malah nanya lagi..). Duh..bingung sendiri.. pake’ bahasa indonesia ajalah..
Menunggu atau Ditunggu.. sama-sama ga enak... yang enak itu On Time..!! yang pas-pas-an aja... (Pas telatt-nya Pas nunggunya... wkwkwk.. *nGeLes lagi...)

Note: Tulisan ini dibuat pada Juni 2009.. ditemukan di antaran tulisan-tulisan lain yg tercecer didalam HDD eksternal.. (mungkin) dulu masih ragu2 posting dimana..  tetep dalam Episode nGawur.. :D
salty_fish
Klo ada yang tanya… koq akhir ini sering banget nulis?? Udah membanjiri ‘Friends Notes’ di FB…, isi-nya ga jelas lagi…
Jawabnya simple.. “karep-ku yo…!!” (baca: terserah gw donk..!!)
Sebenernya sich sempat kepikiran.. ‘Alay’ ga sich??
Lagi-lagi dijawab.. Emang gw pikirin.. (hehehehe..)

Jujur saja.. menulis sengaja saya paksakan, tujuannya sederhana, Biar Otak-nya yang Cuma secuil kepake’, dan klo dirunut lagi lebih dalam.. tujuannya adalah mendorong biar rajin membaca.. khan ga lucu, klo menulis asal tanpa referensi..
Idealnya memang punya blog sendiri, Tapi.. koneksi internet yang Leeeemmmmootttt abiss jadi ‘kambing hitam’-nya. Sudah beberapa kali dicoba lewat Wordpress, Blogger, sampe FS (yang super alay), hasilnya tetap sama.. Lemoooot..!! menulis di Forum?? Rasa-rasa-nya….. bukannya takut dikritik.. tapi.. ya itu … (super ga jelas yah..).

Sempat ragu-ragu juga ketika muncul FB pertama kali.. setelah beberapa kali percobaan.. ternyata dapat disimpulkan.. ‘situs jejaring sosial’ ini cukup ringan untuk koneksi yang pas-pasan, dan lagi ada tambahan ‘my notes’ buat ngungkapin isi hati… (halah… ngomong apppaaaaa cobaaa..).
Masalah dibaca atau tidak.. ya terserah… yang penting udah legaaa… (wkwkwkwk.. istilahnya makin ga jelas..). dari pada membanjiri Wall dengan ‘status’ yang sepenggal-sepengal.. (menurut-ku lho ya..) lebih baik ditahan sebenter biar lebih panjang.. =)
Lagian… pernah ada tulisan disebuah Forum, ternyata banyak orang yang merasa, bahwa orang yang terlalu sering ‘update’ status di FB sebagai orang yang menyebalkan..!!! No Offense… Ini bukan pendapat-ku lho.. ini kata orang-orang!!!, Dan klo dipikir-pikir.. kadang sich sebel juga lihat ‘Wall’ penuh dengan orang-orang ituuuu saja.. tapi lucu juga.. jadi tahu apa yang dilakukan orang di ‘negri’ nun jauh disana… Terkadang jadi hiburan, dan sering tertawa sendiri membaca ‘status’ yang ga jelas ditambah ‘komen’ yang ga jelas juga………

..........
‘Epsiode Ngawur’ ini sengaja dibuat untuk menyiasati pemikiran yang “out of the box”, pemikiran yang rasa-rasanya tidak pantas untuk dikait-kaitkan apalagi disandingkan dengan pemikiran yang telah baku.. Yang namanya pemikiran ngawur tentu banyak yang aneh.. tapi… It’s just for Fun.. so, try to enjoy it.. kalau toh tidak setuju, silahkan dikoreksi..

Beberapa cerita benar-benar pemikiran yang ngawur dan dijamin tidak Repost… =) sebagian lainnya sekadar ‘menceritakan kembali’ pemikiran-pemikiran yang mungkin sering dijumpai, tentu saja dengan sedikit ‘taste’ yang berbeda.. (halaaaahhh.. istilah aapppaa lagi..)

Sedikit ber’teori’ sendiri.. beberapa tulisan sengaja dibuat ‘to the point’, dan toh jikalau tidak bisa berpendek kata dan harus panjang-panjang cerita.. terpaksa harus dibagi-bagi jadi beberapa bagian..
Berdasarkan pengalaman pribadi.. Biarpun tulisannya menarik, jika disajikan terlalu panjang Hasilnya adalah ‘Membosankan’.. dan setelah beberapa percobaan.. ternyata tulisan yang biasanya bisa diikuti dengan menarik hanya setara dengan 1 (satu) lembar kertas A4!!, (dengan Font ‘Times New Roman’, Size 12). 3 (tiga) lembar tulisan pada kertas A4 adalah angka maksimum untuk sekadar bacaan iseng yang tidak membosankan.. dan lagi-lagi menurut teori ngawur.. cobalah menulis antara 1.5 (satu setegah) hinga 2 (dua) lembar saja…

Finally…
Selamat Menikmati…


Note: Tulisan ini (mungkin) saya kutip dari FB << Not sure.. tapi.. berdasarkan penerawangan saya.. (bhwahaha.. Ge Je abiss) tulisan ini dibuat pertengahan tahun 2009..!!
salty_fish
Saya hanya duduk bengong kebosanan sambil menatap sinyal HP yang berganti dengan tulisan SOS diatasnya. Hari ini saya kebagian tugas menemani rekan-rekan untuk melakukan survey lokasi. 2,5 Jam kami habiskan diatas kapal nelayan untuk mengukur kedalaman sungai dan muara sungai (ga perlu dijelaskan kenapa yah.. anggap aja orang iseng kurang kerjaan.. hehehe). Seingat saya jika lewat jalur darat menggunakan mobil, jarak yang kami tempuh hanya membutuhkan beberapa menit saja, hanya saja kami harus mengetahui kedalaman sungai itu.. jadilah kami menyusuri sungai dengan kapal nelayan bermotor yang melaju perlahan. Pandangan mata saya jauh menatap tepian sungai yang luas itu, sambil sekali-kali mengotak-atik HP yang saya pegang. Bukan tanpa alasan saya melakukan hal itu.. menurut kabar, sungai yang bermuara kelaut itu dihuni oleh buaya.. ya Buaya..!! Jadi saya berharap jika memang ada buaya yang muncul kepermukaan, saya bisa mengambil gambarnya melalui kamera Hp yang saya bawa.. (dalam hati mikir.. ntar buayanya disuruh senyum ah.. wkwkwkwk..).

Gara-gara Buaya jugalah, seorang rekan memilih tidak ikut menyusuri muara sungai itu. “Gue ga ikut men... menurut gue, analisa resikonya gede..” kilah seorang rekan sambil tersenyum kecut. “udah dalem.. eh.. ada buaya lagi.. ga safety..!” selorohnya sambil menjauh dari rombongan dan kami hanya tertawa kecil mendengar ocehannya (Padahal dalem hati bilang, klo bukan karena tugas.. gue juga ga ikut menn.. hehehe *bcanda cuy..!!)

Bagi saya.. pengalaman naik perahu nelayan bukan hal yang pertama. Pernah kami menyeberangi laut menuju pulau diujung kepulauan ini, 4 jam lamanya. Ombak besar yang mengguncang kapal sering membuat jantung berdegup kencang. Nelayan yang me’Nahkoda’-i kapal kecil itu sesekali tersenyum kecil melihat tingkah polah seorang rekan yang berpegangan kencang ketika ombak menghantam kapal. Bagi mereka para nelayan, laut pada hari itu cukup tenang.. ‘ayunan’ gelombang hari itu adalah hal yang biasa. Pulau yang kami tuju merupakan pulau kecil yang padat dijejali oleh nelayan yang bermigrasi jauh dari bagian timur indonesia. Panas menyengat merupakan hal yang biasa di pulau itu. Tak ada ‘lampu’ pada saat siang, yang artinya tak ada tv, tak ada kipas menemani siang yang terik..!! sehingga saya melihat banyak warga yang tidur bermalas-malasan didepan rumah masing-masing menikmati angin sepoi-sepoi yang sesekali berhembus. Keadaan malam pun tak jauh beda, ‘lampu’ hanya menyala beberapa jam saja, itu pun di supply oleh mesin swadaya masyarakat yang beroperasi seadanya. Dalam hati saya berguman.. rasa-rasanya saya tidak akan betah tinggal berlama-lama dipulau kecil ini..


Beberapa perjalan sering kali memberikan pengalaman yang tak ternilai. Terkadang tanpa sadar kita mengeluh.. Jika kita terkena musibah atau mengalami kesusahan dengan gampang kita mempertanyakan ‘Kenapa hal ini terjadi pada diri saya?’, ‘kenapa hal ini menimpa saya?’ dan ‘Kenapa harus saya..??’. atau ketika orang lain mendapat kenikmatan kita mempertanyakan ‘Kenapa bukan Saya..??’.  Kita menganggap hal itu merupakan suatu ketidak adilan yang pantas untuk dipertanyakan..  Sering kali kita melupakan bahwa, apa yang kita rasakan, apa yang kita alami sebenanya tak seburuk yang kita kira. Banyak hal atau kejadian yang kita alami masih jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang dialami oleh orang lain. Sesuatu yang kita anggap sulit, terkadang merupakan hal yang biasa orang lain lakukan.  Hal-hal yang terasa berat dihati, dianggap hal yang ringan oleh sebagian yang lain.

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah melihat video tentang bagaimana seorang pria tanpa kaki dan tangan (cacat bawaan lahir) bisa menjalani hidupnya, bahkan memberikan motivasi kepada orang lain yang memiliki anggota tubuh yang sempurna..!!.

Yang patut dipertanyakan adalah.. pertanyaan ‘mengapa harus saya?’ biasanya digunakan pada saat kita mengalami kesulitan atau kesusahan. Pernahkan kita mempertanyakan hal ini ketika kita mengalami hal yang menggembirakan? Ketika diberi kemudahan.. pernahkah kita bertanya ‘kenapa saya diberi kemudahan?’. Ketika diberi nikmat kesehatan, pernahkan kita bertanya ‘mengapa saya sehat dan bisa melakukan aktivitas?’. Ketika memiliki seusatu yang berharga, pernahkan kita bertanya ‘kenapa harus saya?’ . Jika memang demikian.. Siapakah yang lebih tidak adil..??



End note:
Moral of the story: Pikir sendiri yah.. khan ini Episode nGawur.. :p

Tulisan ini ditujukan untuk mengingatkan diri saya sendiri.. Jika ada yang merasa ikut diingatkan, itu hanyalah kebetulan semata.. dan seandainya tulisan iseng ini tidak bekenan dihati..
Saya katakan.. Hey.. ini Episode nGawur Bung..!!  hehehehe..  
Selamat menikmati... :D 

salty_fish
Manusia adalah tempatnya keluh kesah.. Begitulah bunyi sebuah ungkapan, yang saya sendiri lupa darimana asalnya..(hehehe ^_^). Tapi jika dicerna lebih dalam, terkadang ada benarnya. Tak lega hati rasanya jika kita tidak mengeluhkan permasalahan atau ketidak beruntungan yang dihadapi. Keluhan mungkin disampaikan secara tepat sasaran bila disampaikan kepada ‘seseorang’ yang mempunyai kemampuan untuk memberikan saran atau bahkan solusi untuk mengatasinya. Akan tetapi sebagian orang (mungkin termasuk saya) tidak mempunyai keberanian, atau cukup merasa puas dengan hanya mengeluh untuk melepas penat didada. Keluhan bisa saja disampaikan kepada orang lain secara verbal, atau bisa pula dengan sekadar membaginya lewat tulisan di blog pribadi, komunitas-komunitas dunia maya, atau bisa pula dengan cara yang sedang ngetrend saat ini; yaitu dengan membaginya lewat status Facebook atau twitter.. (hayoo.. siapa ya...?? )

Keluhan bisa saja berdampak positif baik bagi yang menyampaikannya maupun bagi yang mendengar atau membacanya. Bagi yang menyampaikan keluhan mungkin saran atau bahkan solusi terbaik akan didapat, atau cukup-lah dengan hilangnya kepenatan didada dengan kata-kata menghibur atau komentar-komentar lucu yang disampaikan oleh orang lain. Sedangkan bagi yang mendengarkan boleh jadi hal itu menjadi pelajaran, atau bahkan hiburan bagi yang merasakan hal serupa.. bersyukurlah.. karena mungkin ada orang lain yang mengalami hal yang lebih tidak menyenangkan dibandingkan anda.


Keluhan dapat pula berdampak Negatif bagi keduanya.. Orang yang mengeluh mungkin merasa depresi jika tidak menemukan jalan keluar bagi permasalahannya. Demikian pula energi negatif itu dapat menular pada mereka mendengarkannya. Sebagian (kecil) orang mungkin merasa terganggu dengan keluhan-keluhan yang disampaikan. Atau mungkin memiliki pemikiran bahwa orang lain yang mengalamai permasalahan kecil saja sudah menyerah.. “bagaimana dengan permasalahan pelik yang saya alami..?, tentu saya lebih layak untuk mengeluh..”

Tulisan ini sendiri terilhami oleh sebuah parodi unik yang saya baca diwaktu senggang beberapa waktu yang lalu. Sebuah cerita tentang bagaimana rasanya jika sesorang merasa dirinya jelek, miskin, lagi bodoh.. (idup lagi..hehehehe). Kombinasi ketidak beruntungan yang membuat si-empunya perkara menjadi susah dan merasa rendah diri. Tapi perasaan penuh percaya diri dan berusaha untuk selalu menikmati setiap permasalahan dengan selalu berpikir positif akan sangat membantu..


Selalu ada nikmat dibalik kesusahan, selalu ada hikmah dibalik sebuah cobaan, dan selalu ada keindahan dibalik kesulitan.. Secara sadar, jika kita meyakini ada kenikmatan dibalik kesulitan yang kita alami, atau tersimpan sebuah keindahan dibalik rintangan yang harus kita lalui, pastilah kita akan rela atau bahkan akan berusaha dengan keras untuk menghadapi segala macam rintangan.


Sedikit cerita perjalanan liburan (beberapa waktu yang lalu) dari saya tentang keindahan dan rintangan yang terasa amat kecil setelah merasakan sesuatu yang menyenangkan..
Perjalanan menarik pertama adalah liburan dikaki gunung Dempo.. Bagi saya ini bukan kunjungan pertama kali, tapi pemandangan menarik-nya selalu menggoda. Jalan yang (sedikit) rusak dan berliku cukup membuat kepala berputar, belum lagi perubahan tekanan udara (akibat ketinggian) membuat kepala serasa mau pecah, ditambah dingin malam yang menyengat serasa menambah penderitaan, mungkin karena saya sudah lama tak berkunjung, atau mungkn cuaca panas daerah pantai yang biasa saya alami membuat tubuh tak lagi terbiasa dengan suasana yang berbeda. Tapi.. Hamparan hijaunya perkebunan teh, indahnya pemandangan pegunungan, dan sejuknya udara membuat tak ada yang harus dikeluhkan.. hanya pujian “SUBHANALLAH” yang layak diucapkan atas segala keindahan..


Perjalanan menarik dengan ‘cita rasa’ berbeda juga saya nikmati beberapa waktu yang lalu. Liburan di Pulau Lengkuas dan Pulau Burung.. Terus terang perjalanan menyebrangi lautan dengan kapal nelayan merupakan pengalaman pertama bagi saya.. Hujan yang turun dipagi hari sebelum keberangkatan rasanya seperti sebuah rintangan. Dan lagi Saya tak hoby memancing (apalagi ‘melaut’..) jadi wajar rasanya jika goncangan ombak serasa mengaduk-aduk isi perut dan membuat badan serasa panas dingin.. Tapi.. lagi-lagi semua serasa tak berarti dibandingkan pemandangan indah didepan mata.. entah berapa kali saya berguman “SUBHANALLAH indahnya...”. kaki yang serasa bergoyang pun tetap dipaksakan untuk menaiki menara mercu suar, dan benar saja.. sedikit pengorbanan serasa berbayar lunas.. Sungguh Indah..SUBHANALLAH...






Dikedua perjalanan tersebut saya sempat berpikir.. bagaimana jadinya jika saya bekerja dengan kondisi medan seperti ini? Bagaimana rasanya menjaga mercu suar dipulau kecil, tapa listrik, tanpa hiburan, tanpa televisi, tanpa jaringan internet ..?! (walaupun hanya sekilas) saya berguman.. I’m Feeling Lucky...!!










Keluhan.. terkadang keluar begitu mudah. Terkadang kita terlampau cepat bersusah hati padahal sesuatu yang indah telah menanti. Sebuah ‘Grand Design’ telah direncanakan secara tepat untuk kita, rintangan adalah cobaan untuk menguji seberapa pantas diri kita untuk rencana itu. Mungkin rencana itu bukan seperti yang kita ingini, tapi itu adalah yang terbaik bagi kita..




Jadi.. Nikmati saja..!!!
salty_fish
Terus terang saya bingung mencari judul yang pas untuk tulisan kali ini.. banyak hal yang yang ingin diceritkan, banyak hal yang ingin dibagi.. dan mungkin saja ada hal yang dapat dipelajari.. Sengaja saya kategorikan sebagai ‘Episode Ngawur’, karena saya sendiri ragu untuk berpikir serius atau menganggapnya sebagai kenangan sekilas. (oh ya.. bagi yang baru baca.. silahkan ‘dilirik’ beberapa tulisan saya sebelum ini untuk sekadar iseng.. *Promosi mode ON*)
Sesekali berpikir ‘out of sight’ rasanya terkadang berguna untuk menghibur diri sambil mengukur seberapa ‘nyeleneh’ pemikiran iseng saya. Tulisan ini mungkin sekadar intermezo dari beberapa tulisan ngawur lainnya, atau bisa jadi awal beberapa pemikiran (yang saya anggap) serius, atau mungkin menjadi tulisan tak bersambung (karena saya terlanjur sadar dari ke-ngawuran..hehehe).

Terkadang saya (merasa) ‘over exited’ melakukan sesuatu sehingga mencapai level ‘overshoot’, telampau menikmati sesuatu hingga sampai pada titik jenuh.. Hal yang paling sulit adalah untuk kembali normal setelah melewati fase itu. <> Eits.. lho..lho.. koq bahasanya jadi gini.. judulnya khan, ngawur... whehehe. <> Inti-nya aja deh.. gini Gan.. (ups kebawa bahasa komunitas..) dari pada ‘eneg’ sendiri dan sebelum otak tambah rusak karena ga kepake’ ato malah dipake’ buat yang ga bener.. seperti yang pernah saya tulis sebelumnya.. menulis-lah (maksudnya ngetik kalee..), untuk mendorong anda membaca.. *Promosi lagi neeh..*

Secara teoritis, terkadang kita mengetahui secara sadar bawa semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya.. dan yang paling mudah (biasanya) adalah memberi saran kepada orang lain bagaimana cara mengatasinya. Tapi.. yang paling sulit adalah bagaimana cara untuk mengimplementasikannya (halah.. ribet amat ngetiknya..). Jujur saja.. (ketika berpikir positif) saya merasa tak pelu banyak alasan untuk mengatakan YA atau TIDAK, rasanya cukup 1 (satu) alasan rasional untuk memilih.. tak perlu rasanya mencari-cari alasan untuk sebuah penolakan, atau tak perlu mencari beberapa penguat untuk menyatakan setuju.. dan mungkin ‘sifat’ ini yang (terkadang) membuat orang beranggapan saya terlalu mengampang-gampangkan suatu urusan..
Namun ketika berada pada kondisi lainnya (baca: ‘bad mood’), motivator handalpun bisa saya anggap sekadar cuap-cuap.. sambil didalam hati komentar.. “Ngemeng aja loe..” (hehehehe..)

Dibagian lainnya.. secuek-cueknya manusia (bener ga sih kalimatnya.. hihihi), pastilah mempunyai rasa ‘tidak enakan’ (meminjam istilah dari seorang teman). Bahkan (menurut pendapat saya..) kata-kata yang diucapkan pada saat bercanda adalah sebuah kejujuran yang sengaja disamarkan artinya.. (weh... bahasa aneh lagi nih..).
Terkadang banyak orang yang tidak berani mengatakan (kebenaran) secara langsung, mungkin karena Ego, mungkin juga karena malu, atau mungkin alasan lainnya.. sehingga Cuma berani share lewat status YM ato FB (hehehe.. menyinggung diri sendiri neh...). Akibatnya terkadang juga (didalam hati, dan dengan Ge eR-nya..wkwkwk..) saya bertanya-tanya.. “Apa sih maksud-nya?”, “Apa benar saya yang dimaksud..??”.. dan biasanya pura-pura tidak tahu (baca: pura-pura cuek) karena tidak ada ucapan secara langsung... Pesan saya.. Speak Up.. (ato tulislah.. eh ketik ding..) biar orang lain tahu...

Terakhir... Bagi yang membaca.. Mohon pengertiannya jika struktur (dan isi) kalimat ga beraturan... Lha wong nGaaawuuurrr koq...

..mungkin bersambung..