salty_fish
Saya hanya duduk bengong kebosanan sambil menatap sinyal HP yang berganti dengan tulisan SOS diatasnya. Hari ini saya kebagian tugas menemani rekan-rekan untuk melakukan survey lokasi. 2,5 Jam kami habiskan diatas kapal nelayan untuk mengukur kedalaman sungai dan muara sungai (ga perlu dijelaskan kenapa yah.. anggap aja orang iseng kurang kerjaan.. hehehe). Seingat saya jika lewat jalur darat menggunakan mobil, jarak yang kami tempuh hanya membutuhkan beberapa menit saja, hanya saja kami harus mengetahui kedalaman sungai itu.. jadilah kami menyusuri sungai dengan kapal nelayan bermotor yang melaju perlahan. Pandangan mata saya jauh menatap tepian sungai yang luas itu, sambil sekali-kali mengotak-atik HP yang saya pegang. Bukan tanpa alasan saya melakukan hal itu.. menurut kabar, sungai yang bermuara kelaut itu dihuni oleh buaya.. ya Buaya..!! Jadi saya berharap jika memang ada buaya yang muncul kepermukaan, saya bisa mengambil gambarnya melalui kamera Hp yang saya bawa.. (dalam hati mikir.. ntar buayanya disuruh senyum ah.. wkwkwkwk..).

Gara-gara Buaya jugalah, seorang rekan memilih tidak ikut menyusuri muara sungai itu. “Gue ga ikut men... menurut gue, analisa resikonya gede..” kilah seorang rekan sambil tersenyum kecut. “udah dalem.. eh.. ada buaya lagi.. ga safety..!” selorohnya sambil menjauh dari rombongan dan kami hanya tertawa kecil mendengar ocehannya (Padahal dalem hati bilang, klo bukan karena tugas.. gue juga ga ikut menn.. hehehe *bcanda cuy..!!)

Bagi saya.. pengalaman naik perahu nelayan bukan hal yang pertama. Pernah kami menyeberangi laut menuju pulau diujung kepulauan ini, 4 jam lamanya. Ombak besar yang mengguncang kapal sering membuat jantung berdegup kencang. Nelayan yang me’Nahkoda’-i kapal kecil itu sesekali tersenyum kecil melihat tingkah polah seorang rekan yang berpegangan kencang ketika ombak menghantam kapal. Bagi mereka para nelayan, laut pada hari itu cukup tenang.. ‘ayunan’ gelombang hari itu adalah hal yang biasa. Pulau yang kami tuju merupakan pulau kecil yang padat dijejali oleh nelayan yang bermigrasi jauh dari bagian timur indonesia. Panas menyengat merupakan hal yang biasa di pulau itu. Tak ada ‘lampu’ pada saat siang, yang artinya tak ada tv, tak ada kipas menemani siang yang terik..!! sehingga saya melihat banyak warga yang tidur bermalas-malasan didepan rumah masing-masing menikmati angin sepoi-sepoi yang sesekali berhembus. Keadaan malam pun tak jauh beda, ‘lampu’ hanya menyala beberapa jam saja, itu pun di supply oleh mesin swadaya masyarakat yang beroperasi seadanya. Dalam hati saya berguman.. rasa-rasanya saya tidak akan betah tinggal berlama-lama dipulau kecil ini..


Beberapa perjalan sering kali memberikan pengalaman yang tak ternilai. Terkadang tanpa sadar kita mengeluh.. Jika kita terkena musibah atau mengalami kesusahan dengan gampang kita mempertanyakan ‘Kenapa hal ini terjadi pada diri saya?’, ‘kenapa hal ini menimpa saya?’ dan ‘Kenapa harus saya..??’. atau ketika orang lain mendapat kenikmatan kita mempertanyakan ‘Kenapa bukan Saya..??’.  Kita menganggap hal itu merupakan suatu ketidak adilan yang pantas untuk dipertanyakan..  Sering kali kita melupakan bahwa, apa yang kita rasakan, apa yang kita alami sebenanya tak seburuk yang kita kira. Banyak hal atau kejadian yang kita alami masih jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang dialami oleh orang lain. Sesuatu yang kita anggap sulit, terkadang merupakan hal yang biasa orang lain lakukan.  Hal-hal yang terasa berat dihati, dianggap hal yang ringan oleh sebagian yang lain.

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah melihat video tentang bagaimana seorang pria tanpa kaki dan tangan (cacat bawaan lahir) bisa menjalani hidupnya, bahkan memberikan motivasi kepada orang lain yang memiliki anggota tubuh yang sempurna..!!.

Yang patut dipertanyakan adalah.. pertanyaan ‘mengapa harus saya?’ biasanya digunakan pada saat kita mengalami kesulitan atau kesusahan. Pernahkan kita mempertanyakan hal ini ketika kita mengalami hal yang menggembirakan? Ketika diberi kemudahan.. pernahkah kita bertanya ‘kenapa saya diberi kemudahan?’. Ketika diberi nikmat kesehatan, pernahkan kita bertanya ‘mengapa saya sehat dan bisa melakukan aktivitas?’. Ketika memiliki seusatu yang berharga, pernahkan kita bertanya ‘kenapa harus saya?’ . Jika memang demikian.. Siapakah yang lebih tidak adil..??



End note:
Moral of the story: Pikir sendiri yah.. khan ini Episode nGawur.. :p

Tulisan ini ditujukan untuk mengingatkan diri saya sendiri.. Jika ada yang merasa ikut diingatkan, itu hanyalah kebetulan semata.. dan seandainya tulisan iseng ini tidak bekenan dihati..
Saya katakan.. Hey.. ini Episode nGawur Bung..!!  hehehehe..  
Selamat menikmati... :D 

0 Responses