salty_fish
Terus terang saya bingung mencari judul yang pas untuk tulisan kali ini.. banyak hal yang yang ingin diceritkan, banyak hal yang ingin dibagi.. dan mungkin saja ada hal yang dapat dipelajari.. Sengaja saya kategorikan sebagai ‘Episode Ngawur’, karena saya sendiri ragu untuk berpikir serius atau menganggapnya sebagai kenangan sekilas. (oh ya.. bagi yang baru baca.. silahkan ‘dilirik’ beberapa tulisan saya sebelum ini untuk sekadar iseng.. *Promosi mode ON*)
Sesekali berpikir ‘out of sight’ rasanya terkadang berguna untuk menghibur diri sambil mengukur seberapa ‘nyeleneh’ pemikiran iseng saya. Tulisan ini mungkin sekadar intermezo dari beberapa tulisan ngawur lainnya, atau bisa jadi awal beberapa pemikiran (yang saya anggap) serius, atau mungkin menjadi tulisan tak bersambung (karena saya terlanjur sadar dari ke-ngawuran..hehehe).

Terkadang saya (merasa) ‘over exited’ melakukan sesuatu sehingga mencapai level ‘overshoot’, telampau menikmati sesuatu hingga sampai pada titik jenuh.. Hal yang paling sulit adalah untuk kembali normal setelah melewati fase itu. <> Eits.. lho..lho.. koq bahasanya jadi gini.. judulnya khan, ngawur... whehehe. <> Inti-nya aja deh.. gini Gan.. (ups kebawa bahasa komunitas..) dari pada ‘eneg’ sendiri dan sebelum otak tambah rusak karena ga kepake’ ato malah dipake’ buat yang ga bener.. seperti yang pernah saya tulis sebelumnya.. menulis-lah (maksudnya ngetik kalee..), untuk mendorong anda membaca.. *Promosi lagi neeh..*

Secara teoritis, terkadang kita mengetahui secara sadar bawa semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya.. dan yang paling mudah (biasanya) adalah memberi saran kepada orang lain bagaimana cara mengatasinya. Tapi.. yang paling sulit adalah bagaimana cara untuk mengimplementasikannya (halah.. ribet amat ngetiknya..). Jujur saja.. (ketika berpikir positif) saya merasa tak pelu banyak alasan untuk mengatakan YA atau TIDAK, rasanya cukup 1 (satu) alasan rasional untuk memilih.. tak perlu rasanya mencari-cari alasan untuk sebuah penolakan, atau tak perlu mencari beberapa penguat untuk menyatakan setuju.. dan mungkin ‘sifat’ ini yang (terkadang) membuat orang beranggapan saya terlalu mengampang-gampangkan suatu urusan..
Namun ketika berada pada kondisi lainnya (baca: ‘bad mood’), motivator handalpun bisa saya anggap sekadar cuap-cuap.. sambil didalam hati komentar.. “Ngemeng aja loe..” (hehehehe..)

Dibagian lainnya.. secuek-cueknya manusia (bener ga sih kalimatnya.. hihihi), pastilah mempunyai rasa ‘tidak enakan’ (meminjam istilah dari seorang teman). Bahkan (menurut pendapat saya..) kata-kata yang diucapkan pada saat bercanda adalah sebuah kejujuran yang sengaja disamarkan artinya.. (weh... bahasa aneh lagi nih..).
Terkadang banyak orang yang tidak berani mengatakan (kebenaran) secara langsung, mungkin karena Ego, mungkin juga karena malu, atau mungkin alasan lainnya.. sehingga Cuma berani share lewat status YM ato FB (hehehe.. menyinggung diri sendiri neh...). Akibatnya terkadang juga (didalam hati, dan dengan Ge eR-nya..wkwkwk..) saya bertanya-tanya.. “Apa sih maksud-nya?”, “Apa benar saya yang dimaksud..??”.. dan biasanya pura-pura tidak tahu (baca: pura-pura cuek) karena tidak ada ucapan secara langsung... Pesan saya.. Speak Up.. (ato tulislah.. eh ketik ding..) biar orang lain tahu...

Terakhir... Bagi yang membaca.. Mohon pengertiannya jika struktur (dan isi) kalimat ga beraturan... Lha wong nGaaawuuurrr koq...

..mungkin bersambung..
0 Responses