salty_fish
Judulnya sengaja dibuat provokatif… dari mana dapet istilah itu?? Baca aja terus.. nanti juga ada jawabannya..hehehe.. Tidak bermaksud menyinggung atau membuat orang lain tersinggung.. ini Cuma share pengalaman, kalaupun nantinya ada yang tersinggung langsung saja saya bilang dimuka.. “No Offense Pliiis….!! Sekali lagi mohon maaf jika ada yang “terkena”, saya sedang berusaha mengembalikan sense yang beberapa tahun ini menghilang.. Ayo semangat Den.. belajar Lagi… baca-baca lagi.. menulis lagi…!!!!!

ps: istilah-istilah aneh saya terjemahkan dibagain bawah tulisan ini..
------

First Love a.k.a Cinta Pertama.. kata orang sich indah.. ada banyak pengalaman manis, terkadang gila, atau bahkan menyakitkan.. tetapi kenangan akannya sulit untuk dilupakan..[cie..cie..ciiieeee.. gaya loe …(kaya’ yang pengalaman ajah…) ] Eits… jangan salah..bukan yang itu.. (ngeres aje otak loe pada..!!). Ini soal industrial relationship.. yup.. cinta antara perusahaan dan karyawannya. Lho koq pake’ isitilah cinta?? Kata orang sich.. kerja itu harus pake’ cinta, biar jadi orang yang berhasil gitu… hehehe.. Bagi temen-temen yang pernah gonta-ganti pekerjaan dijamin paham dengan yang saya maksud.. terminologi ini mungkin saja bisa dipakai untuk yang bekerja di perusahaan yang sama tetapi berpindah-pindah (mungkn dari satu kota ke kota lain, atau bisa juga dari satu departemen ke departemen lain..) .

Istilah ini saya pinjam dari previous superior (baca: atasan dari perusahaan yang lama..ada ceria unik juga nich soal istilah ini.. baca teruss yah..). Kalau saya tidak salah ingat sewaktu jam makan siang (hari senin atau kamis.. saya lupa tepatnya, yang jelas saat itu saat itu sedang berpuasa sunnah, jadi setelah sholat dhuhur langsung kembali bekerja..). Saat sedang asyik-asyiknya bekerja tiba-tiba siboss menghampiri.. Sebenarnya perkara biasa sich ngobrol-ngobrol bareng sama siboss..karena perusahaan bersifat terbuka, jadi bicara bebas asal pantas.. Awal-awalnya pertanyaanya standar, “jam segini koq masih asyik kerja..”, “koq ga makan..” bla..bla..bla..dst lah… namun kemudian beliau bercerita tentangcinta pertama, (yup.. saya pinjam istilah ini dari siboss.. thanx boss atas sharenya..). Dimulai dari pertanyaan retorik “ini pengalam kerja pertama pak Deni ya.??”, “setelah lulus kuliah langsung kerja disini ya..?”, dan seterusnya.. siboss kemudian bercerita tentang pengalaman kerjanya dibeberapa perusahaan tempat beliau pernah bekerja dahulu.. Inti ceritanya adalah dimanapun anda bekerja, apapun pekerjaan kita.. tida akan jauh berbeda, yang paling penting adalah bagaimana cara menikmati dan menjalaninya.. Lho koq..?? Terdengar seperti meyakinkan untuk tetap bertahan di Perusahaan yah.. Hihihi… Saya sich.. merasa wajar.. mungkin karena saat itu sedang Hunting Season (baca: lagi rame-rame nya lowongan pekerjaan dibuka, dan lagi banyak-banyaknya karyawan yang sedang mencari pekerjaa baru..termasuk saya..hehehe..). Mungkin siBoss membaca gelagat “tidak betah” dari diri saya, atau mungkin juga karena saya sering sakit (karena forsir tenaga dan alam bekasi yang berpolusi) dan ”sakit”(baca: pura-pura sakit karena mengikuti test di perusahaan lain yang lebih menarik hati…hahahaha..).

Pengalaman unik dengan kata superior saya peroleh pada pekan-pekan pertama saya bekerja diperusahaan itu. Beberapa hari setelah orientasi perusahaan saya langsung dipercaya untuk menangani sebuah project (halah.. istilahnya… biar keren ajah..). Setelah melewati beberapa percobaan dan beberapa meetingdengan vendor, kemudian saya mengissue hasil meeting via email kepada departemen terkait dan beberapa vendor.. (E-mail terkirim……. E-mail diterima…). Beberapa saat kemudian saya dipanggil siBoss.. “pak Deni.. sini dulu..” kemudian saya mendekat, siBoss kemudian memperlihatkan isi e-mail saya di layar monitor PC-nya… sambil tersenyum siBoss bertanya.. “maksud kalimat ini apa..??” cursor diarahkan pada kalimat yang saya ketik di e-mail.. bunyinya kira-kira..

…. after discussion with superior, we decided to…… bla..bla..bla..dst

dengan enteng saya menjawab..”lha.. khan bener, hasil diskusi kita kemaren khan, kaya’ gitu…”. 
“bukan itu…” jawabnya… “kalimat ini lho…” (sambil memblock kalimat diatas). “So….” Jawab saya setengah bingung.
“Lain kali.. jangan pake’ kalimat ini lagi yah….”, 
Selanjutnya siBoss mulai menjelaskan bahwa, “you are the leader”, so.. create your own decission…shows your power.. intinya sebagai project leader ataumodel leader semua keputusan ada ditangan anda, tunjukkan seolah-olah bahwa itu keputusan yang anda buat dan dapat anda pertanggung jawabkan sendiri, Jangan pernah mengandalkan kekuatan atau kekuasaan atasan anda.. Jadi, orang akan menghargai dan melaksanakan arahan anda sebagai project leaderatau model leader. Wow.. sebuah kalimat yang amat sangat berat terasa saat itu (Tapi terdengar lucu saat ini..saya yakin ada yang paham apa yang saya maksud). Gila… masak semua kita yang tanggung (begitu kira-kira yang ada dalam kepala saya saat itu..).

Setelah beberapa waktu berlalu, kemudian saya dipercaya menjadi model leader. Sebenarnya bukan tugas yang istimewa, karena semua engineer di Departement saya kala itu memiliki tugas yang sama, hanya saja product yang ditangani berbeda-beda. Menjadi model leader berarti menjadi SekJen bagi product yang ditangani, artinya.. menjadi Sekretaris, merangkap Jendral, sekaligus prajurit pelaksana (temen-temen ada yang bilang Rhomusa hehehehe…). Ya.. setelah ada Company Plan, yang selanjutnya diterjemahkan sebagai Divison Policy, dan dijabarkan menjadi Department target.. model leader memilah mana bagain product-nya, itu yang terencana.. Belum termasuk menangani EoLpart dan beberapa request dari Head Office dan problem solving dari perusahaan cabang diluar negri dan vendor [fyuh.. hal itu karena Indonesi sudah dipercaya menjadiEngineer base dari perusahaan Global itu, mungkin sekarang (kalau saya tidak salah baca dari road map perusahaan saat itu) Indonesia sudah dipercaya menjadi salah satu design base. not sure soal istilahnya.. sorry yah buat yang masih disana..]. Jadi.. mulai dari planning, evaluation, dan reporting dikerjakan sendiri, tinggal documment issue saja yang dibantu oleh document member, itu pun tetap juga dapet jatah periksa dokumen (ini yang bikin males… harus mlototin kata-kata dan nam-nama orang satu-satu..).

Soal kebebasan mengemukakan pendapat.. setiap orang bebas berbicara dan berdebat, asal harus dilandasi fakta aktual (teori saja tidak cukup..!!!), saya termasuk yang sering protes (atau lebih tepat dibilang cerewet yah..hehehe..). kalau sesama Engineer terlalu sering.. superior juga pernah.. Big Boss (baca: Manager) juga pernah.. Suatu saat saya pernah ditugaskan mengambil data yang menurut saya sulit dan mungkin mustahil.. akhirnya setelah beberapa kali mencoba saya menyerah (dan datanya gak penting banget ..).. Big Boss tidak percaya, dengan sedikit adu argumen akhirnya saya bilang. Oke kita coba dimeja evaluasi bersama-sama… hasilnya tetap tidak bisa.. (hehehe..) karena kurang yakin.. diskusi lagi dengan advisor (Japanese member), hasilnya.. si Japanese member bilang (sambil buka kamus electronic terlebih dahulu karena bingung mau bilang apa..) : “Terlalu khawatir.. data yang tidak perlu..” (dalam hati.. yes.. I Win.. hehehehe..). Lain waktu ketika pindahan office (karena ada perubahan company lay-out). Big Boss Uring-uringan karena setelah beliau rapat koordinasi.. kita masih santai dan ketawa-ketiwi. Selanjutnya Big Boss mulai memberikan pengarahan soal tata cara perpindahan.. sebelum selesai pengarahan dengan santai saya sempat berpendapat..”Usulan pak.. bagaiman klo pake’ cara ini.. bla..bla..bla..dst” saya beragumen. Dengan muka masam Big Boss menjawab”Oke.. pake’ cara kamu saja..”. Setelah Big Boss berlalu ada seorang rekan yang berkata.”Gile.. loe Boss lagi uring-uringan loe nyela aja..”. Sambil nyengir saya jawab..”Tapi bener khan… lagian salah sapa coba.. marah-marah..wong dari tadi kita disuruh tungu instruksi berikutnya koq.. Ehh.. ditunggu malah salah juga..hehehe..” (dalam hati lagi.. Yess I Win…..).
Cukup diceritakan bagian yang saya menang saja.. bagian yang kalah ga usah ya… hehehehe…
Ada juga bagain yang sulit.. Suatu waktu.. pernah saya dipanggil oleh superior&Big Boss. Inti Pembicaraannya adalah.. Dari Hasil Diskusi, kami menawarkan Anda untuk bergabung bersama design member.. (Konsekuensinya adalah saya bersedia ditugasi magang kerja di Head Office selama 2 tahun + Ikatan dinas 5 Tahun). Waktu iu saya diberi keleluasaan untuk menjawab dalam beberapa minggu kedepan.. tapi saya memutuskan untuk menjawab saat itu.. dan Jawabannya adalah.. “Terima kasih atas tawarannya, akan tetapi.. maaf saya tidak dapat menerima tawaran bapak… bla..bla bla..dst” (dengan beberapa alasan yang saya karang saat itu.. Rahasia yah..). Sebenarnya bisa saja saya terima tawaran tersebut (sambil menungu saat yang tepat untuk resign..hehehe…), toh waktu pelaksanaan masih beberapa bulan lagi. Tapi tidak adil rasanya degan mengulur waktu.. perusahaan juga mengeluarkan dana utuk program itu.. Dalam pikiran saya.. semakin cepat saya jawab, semakin cepat juga mencari solusi lain selain saya.. Mungkin ada yang bilang saya bodoh dan menyia-nyiakan kesempatan, tapi menurut perhitungan saya itulah yang terbaik..
Sempat khawatir dipecat, tapi.. karena perusahaan masih butuh jadi ya.. terpaksa dipertahankan hehehe.. tapi konsekuensinya adalah, Big Boss bermuka masam dalam beberapa minggu, dan beberapa kali report saya diperiksa dengan teliti dan beberapa kali juga direject.. (hehehe… ).

Soal Penilaian.. I’m Not Sure.. soalnya cuman dapet C (Di Perusahaan itu Nilai terbaik adalah A, kemudian B, selanjutnya C untuk rata-rata karyawan, D, dan E untuk yang terburuk). Saya juga tidak terlalu peduli tentang masalah penilaian secara obyektif atau subyektif.. Lagian menurut saya nilai C adalah wajar untuk karyawan yang sukanya protas-protes seperti saya saat itu.. (hehehe..) sebenarnya penilaian sangat berpengaruh terhadap perhitungan gaji.. but, I don’t care.. (padahal dalam hati mangkel hiks..iks..hiks..).
Penilaian akhir untuk karyawan baru seperti saya, ke pihak manajemen oleh departement dilakukan akhir tahun (mirip-mirip TS begitulah..), hasil yang saya soroti saat itu adalah (nilai minus..): perbedaan disiplin ilmu dan Kemampuan komunikasi minim,.. sebelumnya saya sempat bertanya kepada another superiorsoal ini.. (dugaan saya mungkin karena cerwet itu tadi kali ya..), Tapi dengan diplomatis dijawab.. karena: 1. Jurusan kuliah kamu berbeda dengan tugas saat ini (ini malah jadi nilai plus ho.. karena manajmen suka orang yang mau bekerja keras menyesuaikan diri hehehe..) dan Kemapuan Bahasa Jepang Kurang ajdi sulit komukasi dengan ead office… (dalam hati: Ya eyaaaalah paaakkk… wong Cuma dikursus-in Hataraku Nihon Go level dasar doang koq.. salah siapa lagi ga ngasih ke tingkat lanjutan..hihi..)

Stop..stop..stop…
Wuih.. koq jadi panjang Ceritanya.. Cukup sekian dulu… dah kepanjangn ini…!!!


Sekali lagi.. cerita ini tidak bermaksud menyinggung, atau merentangkan perbedaan nyata antara perusahaan lama dan perusahaan baru.., tidak juga untuk membanding-bandingkan (siapa yang suka dibanding-bandingkan hayo…), bukan pula bermaksud menggurui tentang mana yang benar, mana yang harus dilakukan, atau mana yang harus dirubah..

Akhirnya Pada waku itu saya sampai pada satu kesimpulan..
Love it, or Leave It…, if you feel hard to love it.. just leave it. But if think it’s hard to leave it.. Just learn how to Love it….

Di hari terakhir saya bekerja diperusahaan pertama, dalam hati saya bilang..”I’m Sorry Sir.. I Leave… Thanks for every thing..

Dan saat ini.. I Just Learn how to Love it…








------
Istilah-istilah aneh..
Superior / si Boss : atasan (Supervisor, Head of Section) actually different section with me, but in same department.
Another superior: atasan (Supervisor, Head of Section) ini yang bener..
Big Boss : Manager (Head of Department)
Model Leader : Orang yang bertanggung jawab terhadap suatu product
Product : hasil Produksi (halah… koq malah mbulet)
EoL : End of Life (part yang tidak diproduksi lagi)
Document member: Orang yang bertugas menangani document dlsb. Terdiri dari beberapa orang, tergantung product yang ditangani.
Advisor: Japanese member
Manajemen : GM (Head of Division), Vice & Presdir. 
0 Responses