salty_fish
Di sisi yang berbeda..

Ingat cerita tentang Masjid berkubah emas di Indonesia?? Kalau saya tidak salah ingat Masjid itu bernama Masjid Dian Al-Mahdi (CMIIW). Tahukah anda, ternyata tak banyak jumlahnya Masjid dengan kubah Emas seperti itu di Dunia, bahkan jumlahnya pun bisa dihitung dengan jari.. Indah memang.. dan tentu saja elok dipandang mata. Arsitektur dan bagian Masjid yang ‘Wah..’ tak hanya membuat orang menjadi kagum, tapi juga jadi shilaf mata.. Bagaimana tidak.. dengan kemewahan seperti itu, berapa banyak ‘fulus’ yang dikeluarkan.. dan jika dijual kembali, berapa banyak uang yang didapatkan?. Maka tak heran, jika konon khabarnya ‘pengunjung’ Masjid tersebut diberlakukan beberapa ‘aturan main’..
Saya sendiri belum pernah ‘berkunjung’ ke Masjid tersebut.. tapi ada beberapa cerita dari Masjid-masjid sejenis.. 
Beberapa kali, ketika dalam perjalanan, saya berhenti sejenak ketika Adzan dikumandangkan.. pernah saya ‘mampir’ ke sebuah Masjid yang dibangun dengan megah.. waktu itu dalam hati saya berguman.. “sudah masuk waktu sholat nih.. sholat di masjid ini, sepertinya menarik..”. 
Masuk ke halaman depan saja saya sudah disuguhi pilar-pilar yang berdiri kokoh, belum lagi lantai keramik yang menghias teras depan Masjid tersebut.. sekilas saya mengintip ke tempat wudhu yang juga menarik. Hanya saja, tempat wudhu itu terkunci, dan saya pun (dan beberapa orang lainnya) berwudhu di keran air yang tersedia dibagian depan Masjid. Saya tertegun dan heran melihat beberapa orang sholat di teras Masjid. Dalam hati saya bertanya. “ kenapa juga tidak sholat didalam..?”. Namun, setelah melihat dan mencoba membuka pintu Masjid saya baru sadar.. Pintu Masjid ternyata terkunci..! Dan jelaslah sudah, mengapa tidak ada seorangpun yang sholat didalam Masjid. Akhrnya bersama-sama segelintir orang, saya sholat berjamaah di Teras Masjid yang Megah itu..

Pernah juga.. saya datang terlambat ke sebuah Masjid di kota yang berbeda. Ketika saya datang, Sholat berjamaah telah selesai ditunaikan, dan Jamaah pun beranjak meninggalkan Masjid. Awalnya saya (dan beberapa orang yang terlambat lainnya), hendak sholat didalam Masjid.. tapi kemudian saya tegur pelan oleh seorang pengurus Masjid.. “Maaf mas.. mohon sholat diluar..”. Saya tertegun sejenak tanpa ekspresi.. “Maaf.. saya mau pulang.. pintu-nya mau saya kunci..” Lanjut pengurus Masjid tersebut. Dengan senyum sedikit dipaksakan saya terpasa mengalah sholat di teras Masjid setelah pengurus Masjid bergegas menutup dan mengunci pintu Masjid.. 
Saya sering sholat di Masjid itu.. dan saya juga ingat.. dipintu masuk Masjid tersebut tertulis beberapa aturan yang sengaja dibuat oleh pengurus Masjid. Ada banyak butir aturan yang termuat pada selembar kertas yang ditempel di depan pintu masuk Masjid itu.. Harus ini.. Harus itu.. tidak boleh begini.. tidak boleh begitu.. dan aturan main lainnya yang tak terlalu saya perhatikan karena saya pikir beberapa butir aturan tersebut sugguh terlalu….

Lain Masjid lain pula cerita.. Di sebuah kota, saya pernah mencari-cari masjid karena sudah masuk waktu sholat.. setelah bertanya-tanya pada penduduk sekitar, akhirnya saya mendapati sebuah Masjid yang cukup besar.. Hanya saja, Jelas mencolok tak ada seorang pun yang beraktifitas disana.. Setegah ragu saya masuk ke pelataran Masjid, dan tak lama kemudian saya ditegur oleh seorang Laki-laki.. “Maaf mas… mau sholat yah??” Saya pun secara refleks menjawab dengan senyuman dan anggukan kecil.. Laki-laki itu kemudian langsung melanjutkan perkataanya.. “Maaf disini agak tidak aman.. jadi pintu Masjidnya saya kunci..”. “Tunggu sebentar ya.. saya ambilkan kuncinya..”. Laki-laki itu kemudian bergegas mengambil kunci Masjid. Selanjutnya dia berkata “Maaf mas.. silahkan sholat saja.. saya masih ada pekerjaan..” imbuhnya.. “Kalau sudah selesai.. tutup saja pintunya.. nanti saya kunci kembali..” Laki-laki itu pun kemudian berlalu sambil melanjutkan aktifitasnya.. 
Lagi-lagi saya tidak merasa terlalu aneh. Banyak orang yang bermental bejad memanfaatkan Masjid sebagai “Target Operasinya.”. Sandal hilang itu sudah biasa.. Sound system dan kotak Amal-pun sekarang sudah tak luput dari incaran..

Lagi-lagi potret yang unik, kalau tidak mau dibilang aneh, tentang Masjid disekitar kita.. Masjid-masjid dibagun dengan ‘Wah..’ tapi jarang sekali yang meramaikannya. Mensejahterakan Masjid disalah artikan denga bermegah-megah bagunannya. Padahal, yang dimaksud dengan men-sejahtera-kan Masjid adalah dengan meramaikannya dengan segala bentuk aktifitas ke-Agama-an. 
Ramaikan-lah Masjid dengan sholat berjamaah disana.. ramaikan-lah masjid dengan kajian-kajian didalamnya..
Masjid yang dibagun mewah terkadang hanya digunakan untuk acara-acara tertentu saja.. kajian-kajian untuk kalangan tertentu saja.. bahkan dimulai dari beberapa tahun yang lalu, Masjid yang mewah sering digunakan untuk acara Akad nikah atau acara lainnya yang ‘Wah..’ pula..
Masjid haya dibuka pada saat mereka ‘yang punya’ datang berkunjung..
Jika ditanya, jawab-nya Masjid adalah Rumah Ibadah.. Rumah Allah[subhanallahuta’ala].. 
Kalau dilihat kenyataanya, yang tersirat didalam hati hanya sebuah pertanyaan..Ini Rumah Siapa..??

bersambung….. InsyaAlloh….




Dari Ibnu Abbas [Rodiallohuanhuma], Rosulullah [Sholallahu’alaihi wassalam]bersabda:
”Aku tidak diperintahkan untuk menghiasi Masjid”
(HR. Abu Dawud dan Sohih menurut Ibnu Hibban)

Dari Anas [Rodiallohuanh], bahwa Rosulullah [Sholallahu’alaihi wassalam]bersabda:
”Tidak akan terjadi kiamat hingga orang-orang berbangga-bangga dengan (kemegahan) masjid”
(Dikeluarkan oleh Abu dawud, Nasa’I, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad. Hadis Sohih menurut Ibnu Huzaimah) Dan Ibnu Khuzaimah meriwayatkan bahwa Anas[Rodiallohuanh] berkata: Saya mendengar Rosulullah [Sholallahu’alaihi wassalam]bersabda: “ bakal datang kepada umatku suatu jaman yang pada saat itu mereka bermegah-megah dengan masjid, namun mereka tidak memakmurkannya kecuali sedikit”



Cerita selanjutnya tentang.. Piramida Masjid.. (mungkin) sedikit memerahkan telinga.. InsyaAlloh….



0 Responses